.quickedit{ display:none; }

Jumat, 07 Januari 2011

hubungan dan Bentuk Komunikasi dengan Sosiologi

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Komunikasi sosial ialah suatu proses interaksi di mana seseorang atau lembaga menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat menangkap maksud yang dikehendaki penyampai.
Unsur-unsur dalam komunikasi sosial, yaitu komunikator (pihak yang memulai komunikasi), amanat (hal-hal yang disampaikan dapat berupa perintah, kabar, buah pikiran, dan sebagainya), media (daya upaya yang dipakai untuk menyampaikan amanat kepada penerima), komunikan (orang atau satuan orang-orang yang menjadi sasaran komunikasi), dan tanggapan (respons) adalah tujuan yang diharapkan oleh komunikator).
Jenis-jenis komunikasi sosial adalah komunikasi langsung, komunikasi tidak langsung, komunikasi satu arah, komunikasi timbal-balik, komunikasi bebas, komunikasi fungsional, komunikasi individual, komunikasi massal, sedangkan fungsi komunikasi sosial adalah memberi informasi, memberi bimbingan, dan memberi hiburan.
Komunikasi organik dapat juga disebut sebagai komunikasi fungsional. Harap jangan dilupakan bahwa kata-kata fungsional itu sumbernya bahwa elemen-elemen dalam masyarakat itu saling memberi kontribusi secara fungsional.
Efektivitas dan kesulitan komunikasi, antara lain mencakup masalah yang berhubungan dengan kriteria dan kesulitan komunikasi, sedangkan kesulitan komunikasi itu sendiri bisa karena kesulitan pada amanat, bahasa isyarat, bahasa lambang, dan dapat pula kesulitan itu terletak pada komunikan. Tentu saja bukan sekadar itu, kesulitan bisa juga terjadi pada media komunikasinya, kesulitan pada unsur sosial budayanya.


BAB II
PEMBAHASAN
1. Komunikasi Verbal
Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.
Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti. Kalimat dalam bahasa Indonesia Yang berbunyi ”Di mana saya dapat menukar uang?” akan disusun dengan tatabahasa bahasa-bahasa yang lain sebagai berikut:
a. Inggris: Dimana dapat saya menukar beberapa uang? (Where can I change some money?).
b. Perancis: Di mana dapat saya menukar dari itu uang? (Ou puis-je change de l’argent?).
c. Jerman: Di mana dapat saya sesuatu uang menukar? (Wo kann ich etwasGeld wechseln?).
d. Spanyol: Di mana dapat menukar uang? (Donde puedo cambiar dinero?).



A. Tata Bahasa
Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi merupakan pengetahuan tentang bunyi-bunyi dalam bahasa. Sintaksis merupakan pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. Semantik merupakan pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata.
Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi.
1. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.
2. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan.
3. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
Cansandra L. Book (1980), dalam Human Communication: Principles, Contexts, and Skills, mengemukakan agar komunikasi kita berhasil, setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:
1. Mengenal dunia di sekitar kita. Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita, mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini.
2. Berhubungan dengan orang lain. Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita, dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita, termasuk orang-orang di sekitar kita.
3. Untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita. Bahasa memungkinkan kita untuk lebih teratur, saling memahami mengenal diri kita, kepercayaan-kepercayaan kita, dan tujuan-tujuan kita.

B. Keterbatasan Bahasa:
1. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek.
Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dan sebagainya. Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Suatu kata hanya mewakili realitas, tetapi buka realitas itu sendiri. Dengan demikian, kata-kata pada dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara eksak.
Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis, misalnya baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.
2. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.
Kata-kata bersifat ambigu, karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Kata berat, yang mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam*. Misalnya: tubuh orang itu berat; kepala saya berat; ujian itu berat; dosen itu memberikan sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek.
3. Kata-kata mengandung bias budaya.
Bahasa terikat konteks budaya. Oleh karena di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya dan subbudaya yang berbeda, tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda, atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama. Konsekuensinya, dua orang yang berasal dari budaya yang berbeda boleh jadi mengalami kesalahpahaman ketiaka mereka menggunakan kata yang sama. Misalnya kata awak untuk orang Minang adalah saya atau kita, sedangkan dalam bahasa Melayu (di Palembang dan Malaysia) berarti kamu.
Komunikasi sering dihubungkan dengan kata Latin communis yang artinya sama. Komunikasi hanya terjadi bila kita memiliki makna yang sama. Pada gilirannya, makna yang sama hanya terbentuk bila kita memiliki pengalaman yang sama. Kesamaan makna karena kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognitif disebut isomorfisme. Isomorfisme terjadi bila komunikan-komunikan berasal dari budaya yang sama, status sosial yang sama, pendidikan yang sama, ideologi yang sama; pendeknya mempunyai sejumlah maksimal pengalaman yang sama. Pada kenyataannya tidak ada isomorfisme total.
4. Percampuranadukkan fakta, penafsiran, dan penilaian.
Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian), penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan dengan kekeliruan persepsi. Contoh: apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat seorang pria dewasa sedang membelah kayu pada hari kerja pukul 10.00 pagi? Kebanyakan dari kita akan menyebut orang itu sedang bekerja. Akan tetapi, jawaban sesungguhnya bergantung pada: Pertama, apa yang dimaksud bekerja? Kedua, apa pekerjaan tetap orang itu untuk mencari nafkah? .... Bila yang dimaksud bekerja adalah melakukan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah, maka orang itu memang sedang bekerja. Akan tetapi, bila pekerjaan tetap orang itu adalah sebagai dosen, yang pekerjaannya adalah membaca, berbicara, menulis, maka membelah kayu bakar dapat kita anggap bersantai baginya, sebagai selingan di antara jam-jam kerjanya.




2. Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.
A. Klasifikasi pesan nonverbal.
Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:
1. Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.
2. Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut: a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk; b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan; c. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.
3. Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
4. Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah: a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif; b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah; c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.
5. Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.
6. Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.
7. Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.
8. Pesan sentuhan dan bau-bauan.
Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian.
Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.

B. Fungsi Pesan Nonverbal.
Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:
1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.
Sementara itu, Dale G. Leathers (1976) dalam Nonverbal Communication Systems, menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan. Yaitu:
1. Factor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatamuka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk nonverbal.
2. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal.
3. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar.
4. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi.
5. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abtraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.
6. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat).

3. Komunikasi Antar Pribadi

A. Definisi Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi Antar Pribadi adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang. Komunikasi antar pribadi dapat berlangsung antara dua orang yang memang sedang berdua-duaan seperti suami istri yang sedang bercakap-cakap, atau dua orang yang sedang dalam pertemuan.


B. Pendekatan Komunikasi Antar Pribadi
Tiga pendekatan utama tentang pemikiran komunikasi antar pribadi berdasarkan Komponen-komponen utama. Hubungan diadik. Pengembangan.
1. Komponen-Komponen Utama
Bittner (1985:10) menerangkan komunikasi antar pribadi berlangsung, bila pengirim menyampaikan informasi berupa kata-kata kepada penerima dengan menggunakan medium suara manusia (human voice).
Menurut Barnlund (dikutip dalam Alo Liliweri: 1991), ciri-ciri mengenali komunikasi antar pribadi sebagai berikut:
a. Bersifat spontan.
b. Tidak berstruktur.
c. Kebetulan.
d. Tidak mengejar tujuan yang direncanakan.
e. Identitas keanggotaan tidak jelas.
f. Terjadi sambil lalu.
2. Hubungan Diadik
Hubungan diadik mengartikan komunikasi antar pribadi sebagai komunikasi yang berlangsung antara dua orang yang mempunyai hubungan mantap dan jelas. Untuk memahami perilaku seseorang, harus mengikutsertakan paling tidak dua orang peserta dalam situasi bersama (Laing, Phillipson, dan Lee (1991:117).
Trenholm dan Jensen (1995:26) mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai komunikasi antara dua orang yang berlangsung secara tatap muka (komunikasi diadik). Sifat komunikasi ini adalah:
a. Spontan dan informal.
b. Saling menerima feedback secara maksimal.
c. Partisipan berperan fleksibel.
Trenholm dan Jensen (1995:227-228) mengatakan tipikal pola interaksi dalam keluarga menunjukkan jaringan komunikasi.
3. Pengembangan
Komunikasi antar pribadi dapat dilihat dari dua sisi sebagai perkembangan dari komunikasi impersonal dan komunikasi pribadi atau intim. Oleh karena itu, derajat komunikasi antar pribadi berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi sehingga merubah sikap.
Pendapat Berald Miller dan M. Steinberg (1998: 274), pandangan developmental tentang semakin banyak komunikator mengetahui satu sama lain, maka semakin banyak karakter antar pribadi yang terbawa dalam komunikasi tersebut.
Edna Rogers (2002: 1), mengemukakan pendekatan hubungan dalam menganalisis proses komunikasi antar pribadi mengasumsikan bahwa komunikasi antar pribadi membentuk struktur sosial yang diciptakan melalui proses komunikasi.
Ciri-ciri komunikasi antar pribadi menurut Rogers adalah:
1. Arus pesan dua arah.
2. Konteks komunikasi dua arah.
3. Tingkat umpan balik tinggi.
4. Kemampuan mengatasi selektivitas tinggi.
5. Kecepatan jangkauan terhadap khalayak relatif lambat.
6. Efek yang terjadi perubahan sikap.

C. Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang.
Menurut Kumar (2000: 121-122), lima ciri efektifitas komunikasi antar pribadi sebagai berikut:
1. Keterbukaan (openess).
2. Empati (empathy).
3. Dukungan (supportiveness).
4. Rasa positif (positiveness).
5. Kesetaraan (equality).
Feedback yang diperoleh dalam komunikasi antar pibadi berupa feedback positif, negatif dan netral. Prinsip mendasar dalam komunikasi manusia berupa penerusan gagasan. David Berlo (1997:172) mengembangkan konsep empati menjadi teori komunikasi. Empat tingkat ketergantungan komunikasi adalah:
1. Peserta komunikasi memilih pasangan sesuai dirinya.
2. Tanggapan yang diharapkan berupa umpan balik.
3. Individu mempunyai kemampuan untuk menanggapi, mengantisipasi bagaimana merespon informasi, serta mengembangkan harapan-harapan tingkah laku partisipan komunikasi.
4. Terjadi pergantian peran untuk mencapai kesamaan pengalaman dalam perilaku empati.
Berlo membagi teori empati menjadi dua:
1. Teori Penyimpulan (inference theory), orang dapat mengamati atau mengidentifikasi perilakunya sendiri.
2. Teori Pengambilan Peran (role taking theory), seseorang harus lebih dulu mengenal dan mengerti perilaku orang lain.
Tahapan proses empati :
1. Kelayakan (decentering).
Bagaimana individu memusatkan perhatian kepada orang lain dan mempertimbangkan apa yang dipikirkan dan dikatakan orang lain tersebut.
2. Pengambilan peran (role taking)
Mengidentifikasikan orang lain ke dalam dirinya, menyentuh kesadaran diri melalui orang lain. Tingkatan dalam pengambilan peran:
a. Tingkatan budaya (cultural level), mendasarkan keseluruhan karakteristik dari norma dan nilai masyarakat.
b. Tingkatan sosiologis (sociological level), mendasarkan pada asumsi sebagian kelompok budaya.
c. Tingkatan psikologis (psycological level), mendasarkan pada apa yang dialami oleh individu.
3. Empati komunikasi (empathic communication)
Empati komunikasi meliputi penyampaian perasaan, kejadian, persepsi atau proses yang menyatakan tidak langsung perubahan sikap/perilaku penerima.
Blumer mengembangkan pemikiran Mead melalui pokok pikiran interaksionisme simbolik yaitu “Manusia bertindak (act) terhadap sesuatu (thing) atas dasar makna (meaning) yang dipunyai objek tersebut bagi dirinya.


4. Komunikasi Masyarakat
Komunikasi masyarakat adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar khalayak yang tidak bias dikenali satu persatu, sebagaimana dapat dilihat dalam pidato, ceramah, seminar, dan sebagainya.
Komunikasi masyarakat atau komunikasi public biasa disebut komunikasi pidato, komunikasi kolektif, komunikasi retorika, pulic speaking dan komunikasi khalayak. Apapun namanya komunikasi masyrakat menunjukan suau proses komunikasi dimana pesan-pesan yang disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan masyarakat yang lebih besar. Komunikasi masyarakat memiliki ciri komunikasi interpersonal, karena berlangsung tatap muka, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang mendasar sehingga memiliki cirri masing-masing.
Dalam komunikasi masyarakat penyampaian pesan berlangsung secara kontinu. Dapat diidentifikasikan siapa yang berbicara (sumber) dan siapa pendengarnya. Interaksi antara sumber dan penerima terbatas, shingga tanggapan balik juga terbatas. Hal ini disebabkan karena waktu yang digunakan sangat terbatas, dan jumlah relatif besar. Sumber sering tidak dapat mengidentifikasikan satu per satu pendengarnya.
Cirri lain yang dimiliki komunikasi masyrakat bahwa pesan yang disampaikan itu tidak berlangsung secara spontanitas, teapi terencana dan dipersiapkan lebih awal. Tipe komunikasi masyarakat biasanya ditemui dalam berbagai aktivitas seperti kuliah umum, khotbah, rapat akbar, pengarahan, ceramah dan semacamnya.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Komunikasi memberikan bimbingan kepada peserta komunikasi untuk saling berbagi asumsi, perspektif dan pengertian mengenai informasi yang dibicarakan untuk memudahkan proses empati. Ketika kita berkomunikasi, kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Proses ini lazim disebut penyandian (encoding).
Bahasa adalah alat penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik (lihat keterbatasan bahasa di atas), untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya, bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman.

Daftar Pustaka
Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.
DeVito Joseph A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Kuliah Dasar Profesional Books.
Jalaludin Rakhamat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Onong Effendy, 1994, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Syaiful, Rohim, 2009, Teori Komunikasi: Prespektif, Ragam, dan Aplikasi, Jakarta, Rineka Cipta
Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Grasindo. Continued...

Minggu, 26 September 2010

Warisana Asli Melayu Riau-SONGKET

Tenunan yang lazim di sebut songket itu dalam sejarah yang panjang telah melahirkan beragam jenis motif, yang mengandung makna dan falsafah tertentu. Motif-motif yang lazimnya di angkat dari tumbuh-tumbuhan atau hewan (sebagian kecil) di kekalkan menjadi variasi-variasi yang serat dengan simbol-simbol yang mencerminkan nilai-nilai asas kepercayaan dan budaya melayu.

Selanjutnya, ada pula sebagian adat istiadat tempatan mengatur penempatan dan pemakaian motif-motif di maksud, serta siapa saja berhak memakainya. Nilainya mengacu kepada sifat-sifat
asal dari setiap benda atau makhluk yang dijadikan motif yang di padukan dengan nilai-nilai luhur agama islam. Dengan mengacu nilai-nilai luhur yang terkandung di setiap motif itulah adat resam tempatan mengatur pemakaian dan penempatannya, dan menjadi kebanggaan sehingga diwariskan secara turun temurun .

Orang tua-tua menjelaskan bahwa kearifan orang melayu menyimak islam sekitarnya memberikan mereka peluang besar dalam memilih atau menciptakan motif. Hewan yang terkecil seperti semut, yang selalu bekerja sama mampu membuat sarang yang besar, mampu mengangkat barang-barang yang jauh lebih besar dari badannya, dan bila bertemu selalu berangkulan, memberi ilham terhadap pencintaan motif untuk mengabadikan perihal semut itu dalam motif tersebut sehingga lahirlah motif yang dinamakan motif semut beriring.

Begitu pula halnya denagn itik yang selalu berjalan beriringan dengan rukunnya melahirkan motif itik pulang petang atau itik sekawan. Hewan yang selalu memakan yang manis dan bersih (sari bunga), kemudian menyumbangkannya dengan mahkluk lain dan bentuk madu dan selalu hidup berkawan-kawan dengan damainya melahirkan pula motif lebah bergantung atau lebah bergayut.

Bunga-bungaan yang indah, wangi dan segar melahirkan motif-motif bunga yang mengandung nilai dan filsafah keluhuran dan kehalusan budi, keakraban dan kedamaian seperti corak bunga setaman, bunga berseluk daun dan lain-lain. Burung balam, yang selalu hidup rukun dengan pasangannya, melahirkan motif balam dua setengger sebagai cermin dari kerukunan hidup suami istri dan persahabatan. Ular naga, yang di mitoskan menjadi hewan perkasa penguasa samudra, melahirkan motif naga berjuang serindit mencerminkan sifat kearifan dan kebijakan. Motif puncak rebung dikaitkan dengan kesuburan dan kesabaran. Motif awan larat dikaitkan dengan kelemah-lembutan budi, kekreatifan, dan sebagainya.

Dahulu setiap pengrajin diharuskan untuk memahami makna dan falsafah yang terkandung di dalam setiap motif. Keharusan itu dimaksudkan agar mereka pribadi mampu menyerat dan menghayati nilai-nilai yang dimaksud, mampu menyebarluaskan, dan mampu pula menempatkan motif itu sesuai menurut alur dan patutnya. Karena budaya melayu sangat ber-sebati dengan ajaran islam, inti sari ajaran itu terpateri pula dengan corak seperti bentuk segi empat dikaitkan dengan sahabat Nabi Muhammad SWT yang berempat, bentuk segi lima dikaitkan dengan rukun islam, bentuk segi enam dikaitkan dengan rukun iman, bentuk wajik dikaitkan dengan sifat Allah yang maha pemurah, bentuk bulat dikaitkan dengan sifat Allah yang maha mengetahui dan penguasa alam semesta, dan sekitarnya. Menurut orang tua melayu Riau, makna dan falsafah di dalam setiap motif, selain dapat meningkatkan minat-minat orang untuk menggunakan motif tersebut, juga dapat menyebar-luaskan nilai-nilai ajaran agama Islam yang mereka anut, itu lah sebabnya dahulu pengrajin diajarkan membuat atau meniru corak.

Orang-orang melayu amatlah menggemari pantun. Orang tua-tua mengatakan bahwa dengan berpantun orang lebih cepat menyimak dan mengingatkan sehingga lebih mudah mewariskannya.


Ungkapan adat mengatakan : ”di dalam pantun banyak penuntun”. selanjutnya di katakannya:

”Bertuah orang berkain songket

Coraknya banyak bukan kepalang

Petuahnya banyak bukan sedikit

Hidup mati di pegang orang”

”Kain songket tenun melayu

Mengandung makna serta ibarat

Hidup rukun berbilang suku

Seberang kerja boleh di buat”


”Bila memakai songket bergelas

Di dalamnya ada tunjuk dan ajar

Bila berteman tulus dan ikhlas

Kemana pergi tak akan terlantar”


Khasanah songket melayu amatlah kaya dengan motif dan serat dengan makna dan falsafahnya, yang dahulu dimanfaatkan untuk mewariskan nilai-nilai asas adat dan budaya tempatan. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai untuk hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya. Kearifan itulah yang menyebabkan songket terus hidup dan berkembang, serta memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan mereka sehari-hari.






Continued...

Selasa, 31 Agustus 2010

Riau Juga Punya Motif Batik

Riau merupakan salah satu kawasan yg memilki daerah yg sangat istimewa (menurut saya sendiri), dengan perkembangan dan kemajuan dari kota pekanbaru dan adanya orang-orang yang selalu kreatif dari segi manapun baik dari kalangan anak muda maupun orang tua. Tapi yang disayangkan kemana nuansa wisata alam riau yaaakk? (hahaha *sambil garuk-garuk kepala).

Pernah terlintas dibenak saya “mengapa dulu Kepulauan Riau pisah dari provinsi ku yaah?, andai saja tidak riau pasti lebih kaya deh”, baik dari segi materil maupun non materil. Dan mungkin ni 2011 atau selanjutnya pasti Riau bakalan menjadi tuan rumah dalam event terbesar yang diadakan oleh NKRI dari tahun 2009 silam. Yaitu SAIL, contoh, Sail Bunaken dan Sail Banda. Tapi otak kananku mulai berkerja dan mengatakan hal seperti ini “kalo riau bertambah kaya, pasti aparat pemerintah riau bakalan kaya juga..”. naahh…. Looohhh??? Hahahahha. Tapi yang begituan g bakalan aku bahas disini, yaa…karena itulah manusia tidak mau hidup pas-pasan apalagi kalo udah diatas..

Kali ini aku ingin menulis tentang hasil cipta karya dari orang-orang Indonesia sendiri yaitu BATIK. Banyak sekali motif busana melayu riau, sehingga terkadang busana riau penuh dengan warna yang biasa aku sebut glamor. Namun sebelum kita membahas jauh tentang batik Riau, timbul diotak kiriku sebuah pertanyaan kecil, apakah Riau memiliki motif dan corak batik asli daerah Riau? Terus bagaimana bentuknya? Beda ya dengan batik-batik asli buatan jawa??.

Indonesia sudah diakui oleh UNESCO bahwa batik merupakan hasil kerajinan tangan asli Indonesia, ya meski sempat dicuri oleh negara-negara lain (*ngelirik kiri dan kanan). Riau (Indonesia) sebagai tempat asal batik juga tidak mau kalah dengan menciptakan motif dan corak khas batik daerah sendiri. Di Riau biasanya dikenal dengan khasanah membatik yang menggunakan tempatan yang membuat nama batik semakin kaya akan corak dan ragamnya. Biasanya khas dari batik Riau sendiri adalah berbetuk garis memanjang seperti tabir, Motif ini biasanya selalu terdapat pada setiap helai batik buatan Riau. Sehingga membuat batik Riau lebih dikenal dengan sebutan batik tabir.

para pengrajin Batik Riau menggunakan teknik kuas atau lukis untuk mendapatkan warna diinginkan. Motif batik Riau menggunakan motif sulaman tekat, teknik ini ditengarai hampir punah saat ini sebab, tradisi membatik di tanah Melayu Riau tidak seperti di Jawa yang getol. Harga kerajinan batik Riau lebih mahal harganya dibanding harga batik motif biasanya. Beberapa tempat di Pekanbaru pakaian batik ditawar seharga antara Rp 500 ribu-Rp 600 ribu per lembar. Biasanya bahan -berasal dari kain sutra yang bermutu tinggi dan dibuat dengan menggunakan tangan.

Naahh.. kalo aku keamrin dapet batik khas Riau hanya batik jatah, karena mengikuti kegiatan Jambore Nasional di Bengkulu tahun 2009.heheeh. Meski jatah ni, teman-teman dari provinsi lain suka juga dengan motif Riau… Caiyoo Riaauuu.. Suaillaaa…

Continued...

Senin, 30 Agustus 2010

Riau-Sultra-Kalbar-maluku-NTT

Berawal dari kesederhanaan, disini kami mencoba membangun rasa kebersamaan, kekeluargaan, saling mengerti satu sama lain..

Masih ingat satu tahun silam, dikala canda, tawa, suka dan duka berkumpul menjadi satu. menjadikan rasa persaudaraan yang kuat, menimbulkan memang adanya perbedaan diantara kita.. Ini semua buat teman-temanku nan jauh disana, walau berpisah dalam pandangan mudah-mudahan kelak bertemu bukan hanya didalam doa saja. kelak sobatku....

Ka Dalim: Sulit untuk mengungkapkan jati dirimu sebenarnya, seorang leader yang dapat memimpin watak kami yang berbeda-beda. Curhatmu ketika malam itu akan aku ingat selalu.
Ka Chalu: hahah.. beda dari yang lain, kau isi hari-hari itu dengan senyuman yg sukar aku lukiskan disetiap hariku. selalu tetap jadi dirimu kak.
Ka Irto: Hindarilah minum-minuman keras, jadi keras juga tampang mu pwa.. hahah
you are always the best.
Ka Unding: Banyak yang aku dapatkan darimu, untuk belajar dewasa dalam memilih dan memutuskan segala sesuatu.
Ka Edwar: Jang ko taksiri tante dihomestayku nah, hahaha.. walau omongan "rrr" mu tidak jelas, tapi kau telah menorehkan cerita indah dihatiku.
Ka Cici: Caiyoooo.. pertahankan rasa keibuan mu kak, aku sayang kakak.. walau kakak pernah marah sama aku ketika acara masak-masak makanan daerah masing-masing. aku belajar untuk menghargai orang lain darimu, dan bersikap adil.
Ka Zuthe: kepintaran mu kenapa disembunyikan?? aku BENCI kamu.. hahah (Benar-Benar Cinta because of Allah), ajari aku bahasa Spanyol dong...
Ka Widi: kaLo sempet hilang lesung pipi mu, awas ya.. hahaha.. makasih kakak udah mau menjadi cerita indah dalam hidupku..
Ka Bobi, Ka Juslin, Ka Joe, Ka Rini, ka Burhan, Ka Akat, Ka Subhan Ka Irsan, Kakak berbadan besar(aku lupa namanya) dan yang lain-lain yg sempat mampir didalam hidupku ketika aku membuat sejarah ditanah sulawesi sana.
Aku bangga punya saudara seperti kalian..
Kapan hal indah itu terulang kembali????

Continued...

Sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan berhubungan dengan komputer, sehingga disadari atau tidak, kerusakan mata kerap terjadi. Untuk membantu menghindari terjadinya kerusakan mata atau mengurangi tebalnya lensa kacamata Anda, coba lakukan beberapa tip berikut..
•Pastikan ruangan kerja atau ruangan baca Anda mendapat penerangan yang cukup, tidak terlalu terang dan tidak terlalu suram.
•Jangan biarkan mata Anda terus menerus menatap layar monitor atau buku yang sedang Anda baca. Usahakan untuk memnadang ke arah lain beberapa menit sekali. Agar lebih murah, atur posisi duduk Anda sehingga memungkinkan untuk melihat pemandangan dengan lain di kejauhan dari samping atau dari atas layar monitor.


•Usahakan untuk tidak bekerja dalam jarak yang terlalu dekat dengan layar monitor.
•Untuk melindungi mata, usahakan untuk menggunakan pelindung monitor.
•Usahakan untuk sering berkedip. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 1993, para pekerja kantor dalam keadaan rileks akan berkedip 22 kali per menit. Ketika menatap materi cetakan mereka berkedip 10 kali per menit. Tetapi ketika bekerja di depan komputer, mereka hanya berkedip 7 kali per menit, dan sering sekali menatap layar dengan mata terbuka lebar. Akibatnya, kelembaban mata berkurang, mata menjadi kering dan mudah teriritasi.
•Mengenakan kaca mata akan menimbulkan ketergantungan dan membuat mata semakin lemah sehingga kehilangan fokus alaminya. Karena itu, lebih baik tidak mengenakan kacamata sepanjang waktu. Kenakan saja di mana perlu, atau dalam posisi yang berpotensi membahayakan seperti memasak, menyetir atau menggunakan alat berlistrik. Kecuali bagi yang kacamata minusnya sudah telanjur tebal sehingga tidak bisa begitu saja melepasnya. Lakukan perlahan-lahan.

Tips Awet Muda
Setiap manusia yang lahir di dunia pasti mengalami siklus seperti ini: tumbuh, besar, dewasa, menua, dan akhirnya mati. Hanya saja, di antara kita sering terlontar pertanyaan, "Mengapa sih seseorang menjadi awet muda, sedangkan yang lain tampak menua dengan lebih cepat?"

Tips yang saya tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi (umur saya memang 32 tahun, tapi banyak yang menyangka lulusan SMA), dengan cara mempraktekkan berbagai macam tips tentang awet muda yang pernah saya temukan. Sedikit gambaran, sebelum menemukan berbagai tips awet muda tersebut, dulu waktu SMA wajah saya justru tampak sangat tua...berbeda dengan sekarang yang tampak lebih muda.

Di bawah ini ada beberapa hal yang setahu saya sangat berhasil dalam memeningkatkan prestasi saya selama ini (dari tampak tua, menajdi terlihat awet muda) :

1.Matikan lampu sewaktu tidur malam. Mengapa? Dalam kegelapan, tubuh manusia mengeluarkan sejenis hormon yang membantu sel-sel tubuh memperbaiki dirinya dengan baik. Hormon ini tidak akan dikeluarkan/ diproduksi oleh tubuh kita dalam keadaan terang. Dengan demikian, bila kita tidur dalam keadaan terang benderang, hilang sudah kesempatan tubuh kita untuk memperbaiki dirinya dengan baik bukan? Bila hal ini berlangsung terus, tubuh kita menjadi lebih cepat tua.

2.Konsumsilah vitamin dengan cukup, misalnya vitamin A dan E, penting untuk pembentukan epitel kulit dan rambut. Vitamin B, penting untuk membantu mencerna zat-zat makanan agar dapat digunakan tubuh dengan baik. Vitamin C, sangat baik untuk menjaga keutuhan dinding kapiler/ pembuluh darah, sehingga zat gizi dapat tersalurkan dengan baik melalui pembuluh darah tanpa terbuang gara2 pembuluh darahnya bocor. Vitamin C juga membantu menyeimbangkan kadar kalsium darah, sehingga tidak perlu diambilkan dari tulang (yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekeroposan tulang).

3.Seimbangkan antara konsumsi lemak, karbohidrat, protein, dan mineral bukan menahan diri salah satu, sementara berlebihan mengkonsumsi yang lain. Mengapa? karena semua bahan makanan tadi sama2 diperlukan tubuh kita dalam keadaan seimbang.

4.Minumlah dengan cukup. Kurang minum dapat menyebabkan kulit cepat keriput dan metabolisme tubuh secara keseluruhan menjadi kacau. Kekacauan metabolisme dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan.

5.Lakukan olahraga dengan cukup, yaitu minimal 1 kali seminggu, maksimal 5 kali seminggu. Saya sendiri rutin melakukan jogging setidaknya 2 kali seminggu masing-masing 2-10 km, sit-up 3 kali seminggu masing2 105 yang saya bagi menjadi 3 set. Olahraga berat (lebih dari 5 jam sehari) selama lebih dari 3 kali seminggu malah membuat kita jadi lebih cepat tua.

6.Biasakan diri bernafas dengan lebih dalam, sekitar 5 detik menghirup nafas dan 5 detik menghembuskan nafas. Bernafas lebih dalam dapat memaksimalkan penyerapan O2 (syarat penting terjadinya aktivitas sel) di satu sisi, dan memaksimalkan pembuangan CO2(sampah aktivitas sel yang harus dibuang oleh tubuh kita) di sisi lain.

7.Gunakan pembersih badan yang ramah di kulit, terutama muka. Tanda pembersih badan yang tidak ramah adalah terasa agak panas di kulit sewaktu digunakan. Khusus muka, paling tidak oleskan krim muka sebelum pergi ke tempat yang terpapar terik matahari. Bila Anda juga rutin membersihkan muka dengan pembersih khusus muka sebelum tidur, itu lebih baik.

8. Hidup memang penuh dengan kesulitan. Dengan membiasakan diri mengambil hikmah (sisi positif) dari kesulitan hidup, akan menciptakan perasaan ringan di dalam hati yang dalam jangka panjang sangat membantu membuat kita awet muda.

9.Biasakan gaya hidup sederhana. Maksudnya, bila pendapatan Anda hanya Rp 1 juta/ bulan, jalankan hidup Anda dengan pengeluaran maksimal Rp 1 juta - X (X adalah tabungan, walaupun hanya Rp 20.000/ bulan). Bila ingin mencoba gaya hidup lebih mewah, naikkan dulu pendapatan Anda. Karena bila Anda memaksakan gaya hidup lebih mewah, sementara pendapatan Anda tetap, ujung2nya akan membuat utang Anda membengkak. Padahal kita tahu bersama bahwa semakin besar utang seseorang, semakin mudah Ia mengalami tekanan mental/ stress (ada kenalan saya yang memiliki utang sekian milyar, keluar masuk perawatan rumah sakit setidaknya 6 bulan sekali, padahal usianya belum mencapai 50 tahun). Kabar buruknya, tapi nyata, semakin sering seseorang stress, semakin capat tualah Ia.

10.Biasakan mengambil jalan kebaikan, karena jalan kebaikan akan menentramkan hati, sementara jalan kejahatan mendatangkan berbagai macam kecemasan mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat, tergantung seberapa besar kejahatan yang tega Anda lakukan. Banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa ketentraman hati dapat membuat kita awet muda, sedangkan kecemasan mempercepat proses penuaan.

Tips Merawat Kulit Agar Tetap Berseri

Kulit merupakan bagian tubuh kita yang bersentuhan langsung dengan segala hal di luar tubuh, seperti misalnya cuaca, sinar matahari atau yang lainnya. Dan kulit kita merupakan hal pertama yang terlihat, saat kita mulai mengalami penuaan. Jadi sudah sewajarnya kita patut melakukan perawatan pada kesehatan kulit. Berikut kami sampaikan beberapa tips perawatan kecantikan kulit.

Perlindungan Terhadap Matahari - Matahari memiliki peran utama dalam merusak kecantikan kulit. Anda perlu melindungi kulit dari matahari dengan produk kulit guna mencegah penuaan pada kulit. Matahari sangat berpengaruh dalam kesehatan kulit, membuat kulit berkerut, kering, dan membuat warna kulit berubah; Penjarangan kulit, tekstur kulit, penipisan kulit serta penyakit kulit yang berhubungan dengan paparan sinar matahari dapat membuat kulit Anda nampak jauh lebih tua. Jadi, mulailah melindungi kesehatan kecantikan kulit dengan krem produk kecantikan pelindung matahari.

Hindari Merokok - Tips ini terutama bagi kaum pria, karena populasi dari perokok terbesar di dunia adalah pria. Merokok bukan hanya menyebabkan kanker paru-paru, tapi juga dapat membuat kesehatan kecantikan kulit kusam dan berkerut. Menurut beberapa penelitian terdapat dugaan kuat kalau nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki pengaruh yang sama layaknya elastin pada matahari.

Berolahraga - Sejalan dengan bertambahnya usia, sangatlah mustahil menyembunyikan tanda-tanda penuaan di balik kulit. Leher, pipi dan sudut mata merupakan bagian kulit kecantikan yang paling mudah terlihat saat usia bertambah tua. Demi memperbaiki penampilan kulit, kita mesti menyeimbangkan antara diet dan latihan secara teratur. Selain Anda juga harus rajin minum air putih, paling sedikit delapan hingga sepuluh gelas setiap hari.

Senyum Memiliki Manfaat Ajaib - Wajah kita cenderung menyesuaikan pada posisi dari ekspresi yang kita bawa sepanjang waktu. Jika Anda lebih sering cemberut atau marah-marah, kulit Anda-pun akan lebih cenderung cepat berkerut, terutama di area mata, garis dan sudut bibir atau garis-garis lain yang mengikuti ekspresi saat cemberut. Sebuah senyum dapat membuat keajaiban bagi kulit kecantikan Anda dan membuat awet muda pula. Jadi untuk mengindari jadi cepat tua, yang perlu Anda lakukan hanya lebih banyak tersenyum.

Perawatan Kulit - Merawat kulit merupakan hal yang sangat penting. Anda harus segera mencuci wajah setiap kali sehabis keluar di bawah terik matahari. Menggosok kulit dengan produk kecantikan atau produk kulit peeling secara teratur, setidaknya seminggu 2 kali, akan membantu mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran yang menempel, sehingga kulit dapat lebih leluasa bernafas dan lebih cerah.

Posisi Tidur - Tidur dengan posisi telungkup dapat menyebabkan kerut. Selain itu hindari tidur dengan posisi tetap sepanjang malam, hal ini dapat menyebabkan kulit Anda kusut. Dan Anda perlu tidur setidaknya 8 jam setiap hari.
Continued...

Selasa, 24 Agustus 2010



Berawal dari latar belakang yang berbeda.. disini kami bersam-sama menjunjung kebersamaan dan persatuan. Indonesi memliki bermacam-ragam adat yang berbeda..
dari sini kami belajar untuk saling menghargai pendapat dari orang lain. saling mengerti. dan mencoba untuk saling menyayangi. tapi waktu itu hanya sejenak yang kami dapatkan. memang dimana ada pertemuan pasti ada perppisahan..
Ibarat lagu dari tanah timur sana.. Continued...

Selasa, 27 Juli 2010

Pengertian jurnalistik menurut para ahli:

1.Roland E. Wesley
Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum. Pendapat pemerintah , hiburan umum, secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar majalah dan disiarkan di stasiun siaran.

2.Astrid S. Susuanto
Jurnalistik adalah kegiatan pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari.

3.Haris Sumarda
Jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan mengabarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

4.Adinegoro
Jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya.

5.M. Ridwan
Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni.

Model penulisan jurnalistik

1.Penulisan Berita.
a.Berbentuk piramida terbalik, bagian yang terpenting berada diatas
b.5W + 1H
c.Berita dan gaya bahasa berbentuk Faktual dan Actual
d.Penulis dari wartawan atau redaksi

2.Penulisan Feature (Catatan Kaki).
a.Berbentuk piramida terbalik dan berkaki
b.Isi bebas
c.Gaya bahasa factual dan khas

3.Penulisan Artikel (Opini).
a.Berbentuk bebas
b.Isi bebas
c.Gaya bahasa ilmiah dan popular
d.Penulis umum

4.Penuliusan Tajuk Rencana.
a.Berbentuk bebas
b.5W +1H
c.Gaya bahasa ilmiah dan popular
d.Penulis dari redaksi

5.Penulisan Advetorial.
a.Berbentuk bebas
b.Isi bebas
c.Gaya bahasa persuasive atau mengajak

6.Celoteh
a.Berbentuk satu kalimat
b.Isi bebas
c.Judul berita atau topic berita
d.Penulis dari redaksi

Pers Dan Jurnalistik
BAB I
Ketentuan Hukum
Pasal 1 UU No 40 Thun 1999

Dalam Undang -Undang ini, yang dimaksud dengan :
Pers adalah lembaga social dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan
kegiatan jurnalistik meliputi : mencari, memperoleh memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan , suara, gambaran, suara dan gambarserta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dgan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.

1.Mencari
a.Wawancara
b.Observasi
c.Penelitian
d.Study pustaka

2.Memperoleh.
a.Press realese
b.Conference pers

3.Mengolah
a.Editing dan tata letak(lay–out)
b.Penggunaan bahasa

4.Memiliki
a.berita yang sudah diterbitkan milik bersama

5.Menyimpan
a.dekumentasi informasi

6.menyampaikan
a.melalui media massa

Syarat-syarat komunikasi
>komunikator
>pesan
>media
>komunikan
>feedback

Bentuk komunikasi
>Verbal
>Nonverbal

Jenis – jenis komunikasi
>Komunikasi interpersonal
>Komunikasi antar personal
>Komunikasi kelompok
>Komunikasi massa
>Komunikasi ayber nautika

Jurnalistik adalah kajian komunikasi berbentuk massa yang bersifat informative
Macam Macam jurnalistik:

1.Jurnalistik fotografi.
2.Jurnalistik Radio.
3.Jurnalistik TV.
4.Jurnalistik Sastarwi.
5.Jurnalistik Pemerintahan

·Berita Korlip
·Wartawan(4 sore)
·Redaktur/editor(8 mlam)
·Redaktur pelaksana(10 mlam)
·Pimpinan Redaksi(11 mlam)
·Percetakan lay out/yang mengatur pengolahan(1 mlam)
·Percetakan(3 subuh)
·Loper(5 pagi), Biro(9 pagi), Agen(12 siang), pembaca

Kode etik jurnalistik adalah Di buat untuk wartawan sebagai acuan moral dan berikiar untuk mentaatinya.

Kode etik wartawan Indonesia:
1.wartawan Indonesia menghormatin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
2.wartawan Indonesia menempuh tata cara yang etik untuk memperoleh dan menyiarkan informasi serta memberikan identitas,

4 moralitas karl walace:
1.mengembangkan kebiasaan meneliti (Habit of search)
2.mengembangkan kebiasaan bersikap adil (Habit of justice)
3.mengutamakan motivasi pribadi.
4.membiasakan dan menghormati perbedaan pendapat.

4 Teori pers
1.Otoritanan
2.Liberitarian
3.Komunis–Soviet
4.Tanggung–jawab social

Tipologi Siebert Dan Paterson

Otoritarian
·berkembang pada abad ke 16 & 17 di eropa bersumber dari kekuasaan absolut monarki.
·tujuan :mendukung Negara dan kepemimpinannya.
·perizinan, sensor, kekuasaan otoraktis dan hokum.
·Tak di benarkan mengkritik atau mengacam struktur kekuasaan.
·Dimiliki oleh penguasa partai atau swasta.
·Pelapor : Hobies Hegel,machia velli
Cth : Iran, peraguay, Nigeria

Liberatian
·Muncul di inggris pada akhir abad ke 17 menyebar ke amerika dan eropa daratan.
·Muncul dari pemikiran pencerahan dan hak “ Alami “
·Tujuan: membantu menemukan kebenaran menginformasikan, menafsir, menghibur
·penentuan sendiri editorial, dan pemisahaan antara Negara dan pers.
·Media di kontrol oleh pemilik di dalam pasar bebas ide- ide dan sesudah penerbitan.
·Pemilik oleh swasta.
·Pelapor : loclep, Milton, Mill, dan Adam ,Smith.
Cth : As, Jepang, dan Jerman barat.

Soviet – komunis
·Muncul pada abad ke 20 bersumber dari ajaran marx dan lenien.
·Tujuan : Untuk mendukung sistem marx pada rakyat.
.Secara teoritis rakyat memiliki pers dan memanfaatkanya
·Media di kontrol oleh aparat pemerintahaan partai komunis.
·Media tidak bias mengkritik tujuan partai.
·Dimiliki oleh rakyat pengembangan, lenini, marx, staini mao,castro, gorbachoc.
Cth kini : Uni Soviet, RRC, Kuba.

Tanggung Jawab Social
·Muncul pada masa pertangahan abad ke 20 saat As keluar dari liberitarian.
·Muncul dari tulisan “ komisi kebebasan pers dan kritik atas pers liberitarian.
·Tujuan untuk menginformasikan, mendidik, membantu memajukan masyarakat.
·Pers hendaknya terbuka kepada semua orang yang memiliki sesuatu untuk di katakan.
·Tanggung jawab social pers jauh lebih penting dari pada kebebasan pers.
·Di kontrol oleh pendapat masyarakat dan tindakan konsumen serta oleh kode etik dewan pers.
·Tidak di benarkan informasi yang membahayakan secara social atau menyerang hak pribadi,
·Di miliki oleh swasta tapi kemungkinan campur tangan pemerintahan di perlukan untuk menjalin kepentigan umum.
Cth : tidak ad, beberapa Negara sperti amerika serikat baru cenderung kea rah ini.

Hukum Dan Etika

>Hukum
Product / aturan di buat pemerintahan mengikat seluruh warga dan memiliki sangsi .

>Etika
Produk yang di buat oleh sekelompok atau profesi tetapi tidak memiliki sangsi mengikat ( sangsi murni )

UU Pers Yang Ada di Indonesia.
·UU No 11 tahun 1966.
·UU No 4 tahun 1967.
·UU No 21 tahun 1982
·UU No 40 tahun 1999

UU Penyiaran.
·UU No 24 tahun 1997.
·UU No 32 tahun 2002.
Continued...

Template by : kendhin x-template.blogspot.com